Wednesday, October 16, 2013

Cerita dari Kelana





Oleh : Keltan (kelana tandus)


Dulu…….
Terkadang aku bisa tersenyum ria……..terkadang juga aku bisa menangis sendu,bersama ulasan katamu penuh nikmat

Lalu kusemai bibit kasih…….kupupuk pepohonan  terakhir…tumbuh subur mendambakan hati dengan satu kedamaian….

Sayang setelah berdaun rindang…… mawar merah melati putih yang menghijau subur………kini terkulai layu……..
Dihantam terik sang surya  tiada  kenal ampun..

Dan kini…..
Hujan tiada damparkab air pada bumi……sedang terik mentari kian membara……
dedaunan hijau kian gersang bersama deraian tanah kian tandus,

Lalu……….kutadah tangan kelangit……
dengan hati bergeletar dipembaringan hampa..bersama isak nafas
tersendat dibawa  maut berlari………kau biarkan  ‘kelana’ mengharap curahan hati……

Kemana mana  batas penantian kelana….
Dilangkahkan  kaki keujung  jalan……..
dinanti ia  diperbatasan  kota……..ditemui ia disuatu senja……tapi sia sia….

Ah…kasihan….mengapa ia memutus hidup seria ini……..membunuh pepohonannditerik……

Curahkan  kasihmu dilubuk  hati…….sebelum langit dan bumi terkatub jadi satu.

                                    (kelana-sudut makam pahlawan)
                                      5 November 1967.

…..jika didunia kita tidak merasakan kedamaian….baiklah….
       Semoga diakhirat kita kan damai…….   

No comments:

Post a Comment