Wednesday, October 16, 2013

Madah Kelana




                                    ( kupersembahkan  rahasia kepada  penyunting syair pujangga)

Kalau sekali waktu hati ini berkata sendiri akan terungkailah segala rahasia lama dari sebatang pohon yang tumbuh ditaman pujangga, lahir dari perasaan hati yang sepi menanti.

Adakah kau tahu kekasih ? Bahwa syair yang kau dendangkan bersama nyanyian burung di dahan rampak menyanyi sepi melega hati itu menyayat hati musyafir lalu?

Sebab setelah lenyap  senandung rindumu, burung burungpun terbang lalu?!

Adakah kau tahu?
Bahwa air yang menyiram pohonmu hingga berdaun rimbun tempatmu berlindung dihari terik itu, akan kering lagi setelah mentari sempat mengecup dan membelainya?

Adakah kau tahu?
Bahwa batang yang kuat berakar tempatmu bersandar melihat tamasya yang molek berdandan menyambut fajar Illahi itu akan memeluk kasihmu sampai senja hari?

Adakah kau tahu?
Bahwa embun jatuh bertaburan dipohnmu rindu mengikat pandang musyafir lalu itu, ‘kan menghapus dahaga dari tenggorokkannya yang tandus?

Adakah kau tahu?
Bahwa tarian rembulan nan berlincah atas pohonmu sendu dimalam sepi pertanda kasihnya padamu?

Dan adakah kau tahu?
Bahwa beringin tumbuh ditaman indah nan tidak berbuah pula itu akan jadi tempat insan berlindung dari teriknya mentari?

Kalau sekali waktu hatimu berkata sendiri bahwa kau tahu itu semua, maka aku akan berkata:
“ tiada dosa bagi diri yang menerima suatu kedamaian hati dan anugerah yang ikhlas suci…..
Dan berbahagialah hati tiada dosa demikian…..

                                    (malam jum’at dinihari 02.05 wib,20 okt-
                                     1967. alone but never lonely- yasbudaya )

No comments:

Post a Comment